Jumat, 22 November 2019

Geo

PENGERTIAN KOTA
Kota adalah pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batas wilayah administrasi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan serta pemukiman yang telah memperlihatkan watak dan ciri kehidupan perkotaan.
Istilah kota:
1. urban = suatu bentuk yg memiliki suasana   kehidupan dan penghinaan yg modern
2. city = pusat kota
3. town = kota kabupaten
4. township = kota kecamatan

UNSUR DAN POTENSI KOTA
A. unsur kota
- anonymity = setiap individu yg tinggal di kota tersebut merupakan bagian dri kota itu sendiri
- heterogenity = keanekaragaman
- density = kepadatan
- social intensity = cara bergaul antar satu penghuni dgn penghuni kota yg lain

B. POTENSI KOTA
1. sebagai pusat pendidikan,
2. sebagai pusat perdagangan
3. sebagai pusat perindustrian
4. sebagai pusat hiburan

CIRI - CIRI KOTA
a. ciri" fisik kota antara lain sebagai berikut:
- mudahnya sarana ekonomi
- terdapat pusat gedung pemerintahan
- biasanya kota memiliki alun"
- mempunyai tempat parkir
- sebagai sarana dan tujuan rekreasi
b. untuk masyarakat kota memiliki ciri" :
- oleh krena banyaknya urbanisasi
- hubungan sosial antarwarga bersifat patembayan
- adanya heterogenitas sosial
- sikap hidup penduduk bersifat egois dan individualistik
- norma" agama tidak begitu ketat

TAHAP" PERKEMBANGAN KOTA
- tahap eopolis = suatu tahap peralihan
- tahap polis = tahapan kota kegiatan agrarisnya msih dominan
- tahap metropolis = tahap yg mata pencahariannya sudah tergantung pada sektor industri
- tahap megalopolis = suatu wilayah kota yg terdiri dari beberapa kota metropolis
- tahap tyranopolis = kota yg kehidupan penduduknya sudah dikuasai sifat hedonisme
- tahap nekropolis = tahap akhir perkembangan kota

FUNGSI DESA
1. Sebagai sumber bahan mentah bagi kota
2. Sebagai sumber tenaga kerja bagi kita
3. Sebagai mitra pembangunan wilayah kota
4. Sebagai penyuplai kebutuhan masyarakat

1. berikut yg merupakan karakter permukiman desa.....(kerapatan bangunan rendah)
2. kota" seperti Yogyakarta,surakarta,dan bali tumbuh dan berkembang sehubungan fungsi utama sebagai....(kota pusat kebudayaan)
3. beberapa faktor pendororong terjadinya urbanisasi...(proses kemiskinan,upah buruh rendah, adat istiadat desa msih ketat)
4. berikut merupakan cici" desa swadaya,kecuali....(mata pencarahian mulai beragam)
5. kota di indonesia yg tumbuh karena dukungan kegiatan pertambangan....(pangkal pinang, timika,soroako,dan balikpapan)
6. penggunaan tanah di pinggiran kota(rural urban fringe) adalah.....(cenderung berubah)
7. pengaruh pergerakan interaksi kota bukan ditimbulkan oleh faktor... (modal asing)
8. pengaruh positif yg akan timbul jika terjadi interaksi antara kota dan desa adalah....(terbentuknya hubungan yg menggairahkan perekonomian desa)
9. berikut aspek ekonomi yg ditimbulkan oleh interaksi desa dan kota, kecuali...(perubahan orientasi ekonomi penduduk desa)
10. di sulawesi selatan desa disebut...(wanus)
11. desa yg mulai mampu menyelenggarakan urusan rumah tangganya sendiri disebut desa...(swasembada)
12. kota yg sejarah pertumbuhannya berasal dari pusat perkebunan adalah...(bandung)
13. teori polarisasi ekonomi dikemukakan oleh...(gunar myrdal)
14. kota yg berasal dari perkembangan desa yg sudah teratur....(eopolis)
15. pangkal pinang dan timika merupakan kota yg tumbuh dengan kegiatan...(pertambangan)
16. tahapan perkembangan kota yg menuju kehancuran adalah....(nekropolis)
17. tiga unsur utama pembentuk desa adalah.....(daerah,penduduk,dan tata kehidupan)

Kamis, 21 November 2019

bagi bagi

tema tari
1. eropisme/percintaan
2. kepahlawanan
3. drama
4. pantonim

tanda dinamik
pp = pianissimo = sangat lembut
p = piano = lembut
mp = mezzo piano = agak lembut
mf = mezzo forte = agak keras
f = forte  = keras
ff = fortissimo = sangat keras

contoh soal

1. berikut yg termasuk tokoh seni lukis(pelukis) adalah.....(sudjojono)
2. keluasan suatu bidang yg memiliki bentuk dua dimensional adalah....(ruang)
3. perbandingan ukuran yg ideal disebut.....(proporsi)
4. berikut yg bukan unsur visual karya seni rupa adalah...(komposisi)
5. garis lurus mengesankan sifat...(kaku dan keras)
6. susunan atau perulangan teratur disebut...(irama)
7. naturalisme adalah gaya lukisan dengan penggambaran objek-objek...(pemandangan alam)
8. dalam aliran ekspresionisme hasil yg ditangkap dari penggunaan kuas adalah....(spontan)
9. melukis menggunakan kain bertekstur halus dengan pori" rapat dan garis horizontal disebut gaya....(surealisme)
10. melukis tembok dengan bahan cat air sehingga hasilnya menyatu dengan arsitektur menggunakan teknik....(tempra)
11. berikut yang termasuk perlengkapan lukis adalah...(cat minyak)
12. menggunakan pensil gambar dgn memberi titik" dlm menentukan gelap terang disebut...(pointilis)
13. berikut yg bukan contoh karya seni rupa tiga dimensi adalah....(seni grafis)
14. alat yg digunakan untuk menbuat bentuk silindris pada pembuatan kramik disebut....(butsir)
15. penampilan karya patung yg hanya menampilkan bagian badan,dada,pinggang,dan pinggul adalah...(patung torso)
16. salah satu teknik yg digunakan dlm membuat patung adalah teknik...(butsir)
17. proses pengerjaan menggunakan dua keping cetakan disebut...(bivalve)
18. seni rupa yg memiliki panjang,lebar,tinggi disebut....(seni rupa tiga dimensi)
19. patung yg dibuat dgn tujuan memperingati jasa seseorang,kelompok,atau peristiwa bersejarah disebut....(monumen)
20. salah satu contoh karya seni rupa sebagai kebutuhan akan benda pakai adalah...(kursi)
21. teknik membuat suatu bentuk dgn cara memijit, meremas, dan  membentuk sesuai bentuk adalah....(modeling)
22. bahan" dri kayu untuk membuat seni ukir adalah...(pahat)
23. patung termasuk karya seni rupa....(tiga dimensi)
24. berikut yg bukan merupakan unsur" visual adalah...(gaya)
25. prinsip desain yg berupa perbandingan ukuran yg ideal adalah....(kesembandingan/proporsi)
26. hal" yg tidak dibutuhkan dlm proses penciptaan karya seni rupa adalah....(publikasi)
27. hal yg ditangkap dari penggunaan kuasa dlm aliran ekspresionisme adalah...(spontan)
28. salah satu tokoh gaya naturalisme adalah.....(tomas scole)
29. seni musik melibatkan panca indra...(pendengaran)
30. orang yg menulis lagu dlm bentuk notasi dan meneruskan pada orang lain untuk memainkannya disebut...(komponis)
31. cepat atau lambatnya lagu yg didengar disebut...(tempo)
32. tokoh musik kontemporer indonesia yg menghasilkan karya yg berjudul tiring adalah...(bellinda listiono)
33. berikut yg bukan merupakan unsur seni musik....(garis)
34. sekumpulan nada yg bila dimainkan bersama" menjadi bunyi yg enak didengar disebut...(harmoni)
35. warna nada disebut....(timbre)
36. simbul musik utama yg berupa nada" disebut....(notasi)
37. tingkat volume suara keras (forte) dilambangkan dengan simbul...(f)
38. kepanitiaan pergelaran tari yg bertugas menyampaikan informasi adalah....(seksi publikasi)
39. sekelompok orang yg ditunjuk atau dipilih untuk mengurus kegiatan pargelaran tari disebut...(panitia)
40. langkah pertama dlm menyelenggarakan pameran adalah....(penentuan tema pergelaran)
41. panitia yg bertanggungjawab atas segala kegiatan pergelaran adalah...(ketua)
42. segala hal yg berhubungan dengan urusan administrasi adalah tanggung jawab dri...(sekretaris)
43. pengorganisasian dilakukan dengan cara....(pembentukan panitia)
44. bagian naskah drama yg berupa percakapan disebut...(dialog)
45. karakter pemain yg memiliki sifat cemburu,marah,benci adalah...(antagonis)
46. karakter pemain yg memiliki sifat baik adalah...(protagonis)
46. tokoh penengah dlm sebuah drama/teater disebut...(tritagonis)
47. bagian dri babak yg menceritakan suatu peristiwa tertentu......(adegan)
48. naskah dlm pertunjukan teater adalah...(karangan cerita berisi ucapan,keadaan mimik tokoh,setting dan penjelasan)
49. struktur penceritaan yg berisi rangkaian kejadian disebut...(alur)
50. alur(plot) naskah drama seharusnya memiliki nilai...(dramatis)
51. karya seni rupa berwujud dua dimensi yaitu...(seni lukis)
52. teknik membuat karya dgn cara mengurangi dan menambah bahan yg digunakan yaitu teknik....(butsir)
53. ukiran yg mengandung simbol" tertentu yaitu...(simbolis)
54. media yg digunakan dlm seni lukis adalah...(kertas)
55. berikut yg merupakan tokoh musik kontemporer indonesia....(otto sidharta)
56. suatu kesatuan frasa yg terdiri dari nada dengan urutan,interval...(irama)
57. berikut yg termasuk tempo lambat....(largo)
58. not" yg berada di bawah garis ketiga tiang not digambar ke arah...(atas)
59. cerita asli yg digunakan dlm menciptakan tari merupakan pedoman bagi...(koreografer)
60. tingkatan posisi tubuh penari disebut...(level)
61. pertunjukan yg tidak menggunakan bahasa verbal tapi menggunakan bahasa tubuh....(pantomim)

Senin, 20 Mei 2019

hot

Tourism ----> Pariwisata
is the tottally of the relationship and phenomena arising from the travel and stay does not emply the establishment of a permanent resident with commericial purpose.

* TUJUAN PARIWISATA
1. know ladge
2. religy
3. healthy
4. bussiness
5. holiday

* KOMPONEN PARIWISATA ADA 7
- tour and travel arrangement --> visa, pasport, ticket
- transportation --> air, land, sea
- accommodation --> villa, hotel, penginapan
- restaurant and catering service
- tourism object
- sorvenir shop
- entertainment --> music, drama, movie

* 3 TUNJANGAN KOMPONEN PARIWISATA = side components
- money changer
- jasa post
- telecommonication

* HOTEL PHONE COUNTERY
1. greeting                     => good morning
2. hotel name               => panorama hotel
3. department name    => receptionist
4. operator name         => (nama) speaking
5. information             => may i assist you?

Room --> definisi ruang yang memiliki facilities and service
1. BASED ON BED QUANTITY :
   - single room     : 1 room with 1 single bed for 1 person
   - double room   : 1 room with 1 double bed for 2 person
   - triple room     : 1 room with 1 double bed & 1 single bed
                              for 3 person
   - twin room      : 1 room with 2 single beds for 2 person
   - double" room : 1 room with 2 double beds for 2 person

2. BASED ON FACILITIES
   - standard room
   - suite room  --> junior suite : living room
                         --> executive suite : dining room + kitchen
                         --> minybar + jacuzzy + water bed

3. BASED ON LOCATION
   - connecting room   --> 2 rooms with connecting door
   - adjoining room     --> 2 rooms witcout connecting door
   - adjacent room      --> 2 rooms in apposite position
   - duplex                  --> 2 rooms 1 in upstair & 1 in down
                                        stair connected by stair case
   - cabana room        --> all room have a beach view

                      CURRICULUM VITAE

selat 2 baris
selat 2 baris
Personnal Details
      Full Name                    : _______
      Place,date of birth       : Gianyar,June 7th, 2001
      Age                              : 17 Years Old
      Sex                              : Male/Female
      Height                         : 175 cm  
      Weight                        : 58 kg
      Blood type                  : -
      Healthy                       : Healthy
      Material status           : Single
      Address                       : Br.__,Desa,Kec,Kab-Prov
                                           Po.Box : 80581
      Nationality                 : Indonesia
      Phone                         : 0361 ____
      Mobile                        : 081_____
      E-mail                        : _______
selat 1 baris
Educational Background
      2007 -2013                 : Elementary School No 2 Saba
      2013 - 2017                 : Blahbatuh Junior High School    
      2017 - present            : PGRI Senior High School
                                         Blahbatuh

Rabu, 15 Mei 2019

Bahasa Bali

Kruna Basa Bali Nganutin Wangunnyane
     Manut ring Wangunnyane kruna basa Bali kaepah dados limang soroh luirnyane:
1. Kruna Lingga
2. Kruna Tiron
3. Kruna Polah
4. Kruna Dwi Lingga
5. Kruna Satma

1. Kruna Lingga
         Inggih punika: Kruna sanedurung polih wewehan (Pangater, Pangiring, Miwah Seselan)
        Wenten lelima pepalihannyane inggih punika :
Kruna lingga akecap utawi awanda (satu suku kata)
upami : yeh, don, pis, tas, miwah sane lianan.
Kruna lingga kalih kecap utawi kalih wanda (dua suku kata)
Upami : durus, padem, putih, suci, msl.
Kruna lingga tigang wanda
Upami : sagara, sepatu, padanda, sengkala, msl.
Kruna lingga petang wanda
Upami : kalimayah, katibangbung, liligundi, msl.
Kruna lingga limang wanda
Upami : katiwawalan, tambulilingan, katimumulan, msl.
.
   
2. Kruna Tiron
          Inggih punika: Kruna sane sampun poih wewehan (Pangater, Pangiring, miwah Seselan)
   - Pangater : (a-, ma-, su-, ka-, pa-, pati-, pari-, maka-, saka-, kuma-, sa-, pa-, pi-, dur-, swa-)
    Conto: aukud, majalan, sudharma, kaejuk, pajalan, patigrepe, makadadua, sakabesik, kumalipan,                        
             sasampun, pitresna, pajalan, durlaba, swabawa)
    - Pangiring : ( -a, -e, -ne, -ang, -in, -an, -n, -wan, -nyane )
      Conto: alapa, bastise, memene, ngadepang, tulisin, menekan, bapan tiange, dharmawan,
            pangiringnyane.
     - Seselan : ( -in-, -um-, -el-, -er- )
       Conto: sinurat, sumaur, telapak, gerigi
    3. Kruna Polah
           Inggih punika: kruna sane sampun polih pangater anusuara ( ny-, m-, n-, ng-)
      Conto:
               - Sampat = Nyampat
               - Sinduk = Nyinduk
               - Paca = Maca
               - Pancing = Mancing
               - Tulis = Nulis
               - Tundik = Nundik
               - Kandik = Ngandik
               - Kajang = Ngajang
               - Msl.
     
4. Kruna Dwi Lingga
    Inggih punika: kruna lingga sane kapingkalihan
    Kruna Dwi Lingga malih kapalih dados 5 soroh luirnyane:
   a. Kruna Dwi Sama Lingga
      Inggih punika: kruna lingga sane kaucap pingkalih tur yening ucapang apisan medue arti.
              Conto: gede-gede, mokoh-mokoh, alit-alit, msl.
    b. Kruna Dwi Samatra Lingga
      Inggih punika: kruna lingga sane kaucap ping kalih, nanging ucapan sane ping kalih maubah.
             Conto: kitak-kituk, tundak-tundik, delak-delik, dengak-dengok,msl.
   c. Kruna Dwi Maya Lingga
             Inggih punika: kruna lingga sane kaucap apisan nenten prasida ngawetuang arti, nanging yening kaucap ping kalih wawu prasida madrebe arti.
             Conto: kapu-kapu, kunang-kunang, kupu-kupu, ogoh-ogoh, msl.
   d. Kruna Dwi Purwa Lingga
             Ingih punika: kruna lingga sane kecape ring ajeng kapingkalihang.
             Conto: sesate, sesari, sesajen, dedalu, msl.
   e. Kruna Dwi Wesana Lingga
            Inggih punika:kruna lingga sane kecape ring ungkur kapingkalihan tur kadulurin antuk pangater
              (paka-).
              Conto: pakateltel, pakenyitnyit, pakecorcor, msl.
5. Kruna Satma/Kata Majemuk (kruna Dwi Bina Eka Sruti)
         Inggih punika:angkepan kalih kruna sane ngawetuang arti asiki
         Kruna satma kapalih dados kalih soroh luirnyane:
         a. Kruna Satma Sepadan (Setara)
Kakepah antuk 2 soroh;
             · Kruna Satma Nyihnayang Matungkalik
               Conto: meme bapa, cerik kelih, luh muani, tegeh endep, selem putih, matah lebeng, bah bangun,
               lemah peteng, kemu mai, kaja kelod.
             · Kruna Satma Ngerasang Arti
               Conto: joh sawat, selem denges, peteng dedet, nyunyur manis, langsing lanjar, tegeh ngalik, pait
               makilit, putih ngempur, manis melenyad, msl.
         b. Kruna Satma Tan Sepadan (Tak Setara)
             Conto: biu batu, tiing ampel, kesela sawi, jebu garum, katik cengkeh, papah biu, nyuh gading, msl..

My World
Wenny's world is here!!!


Thursday, 4 September 2014
KRUNA (Tugas Bahasa Bali)
KRUNA

Kruna inggih punika pupulan suara utawi wianjana sane ngawetuang arti.

Pepalihan kruna kapalih dados 2 soroh luirnyane, inggih punika:
             a. Kruna Basa Bali Nganutin Wewangsannyane (Kedudukannya)
             b. Kruna Basa Bali Nganutin Wangunnyane

A. Kruna Basa Bali Nganutin Wewangsannyane (Kedudukannya)

             Manut ring wewangsan ipun kruna basa bali kapaih dados solas soroh luirnyane, inggih punika:
             1. Kruna Aran (Kata Benda)
             2. Kruna Kria (Kata Kerja)
             3. Kruna Kahanan (Kata Sifat)
             4. Kruna Wilangan (Kata Bilangan)
             5. Kruna Wawastan (Kata Sandang)
             6. Kruna Pangarep (Kata Depan)
             7. Kruna Panyambung/Pengiket (Kata Sambung)
             8. Kruna Paneges
             9. Kruna Pangentos (Kata Ganti)
             10. Kruna Panguuh (Kata seru)
             11. Kruna Katerangan
1. Kruna Aran (Kata Benda)
Kruna aran kakepah dados 2 soroh;

1.  Kruna Aran Sekala ( Kata Benda Kongkrit)
            Conto: Meja, Kursi, Gunung, msl.
2.   Kruna Aran Niskala (Kata Benda Abstrak)
           Conto: angin, keneh, msl

2. Kruna Kria (Kata Kerja)
Kruna Kria kakepah dados 2 soroh;

1.  Kruna Kria Lumaksana (Kata Kerja Aktif)
           Conto: Majalan, Nulis, Jumujug, Ngandik, msl
2.   Kruna Kria Linaksana (kata Kerja Fasif)
           Conto: Kakirim, Sinurat, Tulisa, kandika, msl

3. Kruna Kahanan (Kata Sifat)
Conto ipun: Putih, Jegeg, Bagus, Jemet, Lantang, Selem, Bawak, Dueg, msl.

4. Kruna Wilangan (Kata Bilangan)
Kruna wilangan kakepah dados 5 soroh;
1.  Kruna Wilangan Undagan (Tingkatan)
            Conto: sa, dua, telu, papat, lima, nenem, msl.
2.  Kruna Wilangan Pahan (Pecahan)
            Conto: tenga, seprapat, msl.
3.   Kruna Wilangan gebogan (Jumlah)
            Conto: Lebak, Karobelah, Samas, Domas, Msl
4.    Kruna Wilangan Pepasten
           conto: biu aijas, jatma adiri, msl
5.  Kruna Wilangan Tan Janten
            Conto: Liu, begeh, ombeh, bedik, msl.

5. Kruna Wawastan (Kata Sandang)
Inggih punika kruna sane ngawatesin kruna aran
          Conto: I, Ni, Sang, Hyan, msl.

6. Kruna Pangarep (Kata Depan)

Inggih punika kruna sane ngraketang kruna-kruna sane wenten ring sajeroning lengkara, kruna pangarep punika tusing dadi atepan ring kruna di ungkurne ritatkala kasurat.
          Conto: di, ka, ba, I, ring, ri
7. Kruna Panyambung/Pangiket (Kata Sambung)
Inggih punika; kruna sane kaanggen nyambungang kruna-kruna utawi lengkara sane pateh linggihnyane. Kruna Panyambung kakepah dados 2;
1   Kruna panyambung sampun janten. Upami; sawireh, yadiapen, utawi, tur nanging, laut, teken
2.  Kruna panyambung dereng janten. Upami; kacrita, winursita, warnanen, kancit, msl
8. Kruna Paneges
Inggrih punika: kruna sane mapiteges ring sejeronin lengkara
Conto: ya, ja, sih,ke, te
9. Kruna Pangentos (Kata Ganti)
          - Pangentos Jatma ka pertama (Kata ganti orang pertama)
             Conto: iang, tiang, icang
          - Pangentos Jatma kaping kalih (Kata ganti orang kedua)
             Conto: Cai, Ragane
          - Pangentos Jatma kaping tiga (Kata ganti orang ketiga)
             Conto: ia, dane, ipun, ida
10. Kruna Panguuh (Kata Seru)
Kruna sane kaanggen nyihnayang rasa utawi pikayun i manusa minakadi rasa bangga, sedih,demen miwah sebet.
           Conto: aduh, arah,beh, ah, ih, msl.
11. Kruna Keterangan
           Conto: dini, ditu, semeng, sanja, peteng, msl.

Kruan wilangan ingguh punika, kruna sane nyihnayang akeh utawi akidik pepupulan barang-barang, sahananing maurip wiadin laksana pakaryan. Kruna-kruna dasa, aakit, asibak, acakep ngranjing ring kruna wilangan. Kruna wilangan punika kabinayang dados nemnem, inggih punika :
Kruna wilangan ketekan.
Kruna wilangan gebogan.
Kruna wilangan pahan.
Kruna wilangan tan janten.
Kruna wilangan panta wilangan.
Kruna wilangan pepasten wilangan.
Ring sor puniki wantah tetuwek lan conto-conto ring soang-soang pahan kruna wilangan :
Kruna wilangan ketekan
contone : sa, dua, telu, papat, lima, enem, pitu, kutus, sia, dasa, miwah selanturipun.
Kruna wilangan gebogan
Kruna wilangan gebogan, kruna wilangan sane madue aran niri-niri utawi carane nyambatang maseosan tur sampun ketah pisan kaanggen. Kruna wilangan puniki ketah ipun kaucapang utawi kasambatang ngangge lengkara, nenten wilangan ipun. Sane ngeranjing ring kruna wilangan gebogan luire :
35 wastanipun pesasur
45 wastanipun setiman
50 wastanipun seket
75 wastanipun telung benang
100 wastanipun satus
150 wastanipun karobelah
175 wastanipun lebak
miwah sane soesan
Kruna wilangan pahan
Kruna wilangan pahan puniki boya kasurat antuk angka, sakewanten kasurat ngangge aksara. Sane ngranjing ring kruna wilangan pahan luire :
Apahempatan (seperempat)
Atenga (setengah)
Atugel (sepenggal)
Apahteluan (sepertiga)
miwah sane lianan
Kruna wilangan tan janten
Kruna wilangan tan janten puniki akeh nyane nenten janten utawi nenten keni antuk ngawilangin akehnyane. Ketah ipun kasurat ngangge kruna utawi aksara. Sane ngranjing ring kruna wilangan tan janten punki luir ipun :
Abedik; Nasine di payuke enu tuah abedik.
Begeh; Saudagar baase begeh maan meli baas di peken Badung.
Liu; Anake ento mancing ngaku liu maan be.
Aketek; Uyahe enu di calunge tuah aketek.
Ombeh; Ombeh mabiayagan lengise uli di paon.
Agetul; Agetul tusing enu lengise di botole.
Adesa; Ajaka adesa anake demonstrasi di lapangan puputan.
Akikit; Akikit tusing dadi idih gelahne.
Abanjar; Ajaka abamjar anake nulungin ia mamula padi di carik.
Apaso; Lawar apaso isinina kuah.
Kruna wilangan panta wilangan
Sane ngranjing ring kruna wilangan panta wilangan, inggih punika :
Ekan (satuan)
Dasan (puluhan)
Tus (ratusan)
Peon (ribuan)
Laksan (puluh ribuan)
Keten/keti (ratus ribuan)
Yuta (jutaan)
Bara (puluh jutaan)
Ingel (ratus jutaan)
Bengong (milyaran)
Kruna wilangan pepasten wilangan
Kruna wilangan puniki akeh ipun sampun pasti. Ketah ipun kruna wilangan puniki karahinin antuk kruna-kruna sane wenten pakilitan ipun ring kruna wilangan soang-soang. Sane ngranjing ring kruna wilangan pepasten wilangan, luire :
Sampi aakit
Bebek aukud
Tikeh abidang
Sandal apasang
Taluh abungkul
Busung amuncuk
Wayang akropak
Lontar acakep
Baas ajumput
Tiiang akatih
miwah sane lianan

boga

Jenis jenis menu : 1. menu table d'hote
                            2. menu ala'carte

1. Menu Table D'Hote : suatu restoran yang menyediakan
                                  makanan lengkap ( satu set menu )
                                  mulai dari appetizer, maincourse dan
                                  dessert dengan harga yang sudah
                                  ditentukan.
* Contoh Menu Table D'Hote :
         vegetable salad
                 *      *
      butter green beans
          chicken steak
       parsley potatoes
                *       *
.      banana flambe
           Rp.75.000

2. Menu Ala'Carte  : suatu restoran yang menyediakan
                                makanan dalam jumlah banyak
                                berpariasi dan tamu bebas memilih
                                sesuai selera serta memiliki harga
                                sendiri-sendiri.
* Contoh menu Ala'Carte :
   Salad   ---->  - mixed salad       Rp.20.000
                        - ceaser salad       Rp.25.000
                        - tomato salad     Rp.30.000

   Soup   ---->  - chicken soup      Rp.35.000
                       - vegetable soup    Rp.40.000
                       - tomato soup        Rp.45.000 

Daging   ---->  - chicken steak       Rp.50.000
                        - chicken popaye    Rp.45.000
                        - chicken finger      Rp.55.000

Sayuran  ----> - saute vegetable         Rp.35.000
                        - mixed vegetable        Rp.45.000
                        - balinese vegetable     Rp.40.000

Kentang/nasi  ----> - white steam           Rp.15.000
                                - boiled potatoes       Rp.25.000
                                - chip potatoes          Rp.20.000

Dessert  ----> - ice cream              Rp.15.000
                      - banana flambe     Rp.20.000
                      - black forest           Rp.15.000

*perbedaan menu d'hote dengan menu ala'carte
1. menu d'hote :
- menyediakan makanan lengkap ( 1 set mulai dari appetizer,maincourse,dessert
- memiliki harga yang susah ditentukan
- tamunya boleh mengganti menu tetapai harus memesan terlebih dahulu
- menu harus sudah dihidangkan sebelum tamu datang
- tamu tidak boleh mengganti menu jika susah ada direstoran
- tamu  tidak dikenai biaya take service
- setiap menu d'hote tidak memiliki harg sendiri
- harga menunya sudah ditentukan

2. menu ala'carte
- menyediakan menu dalam jumlah banyak
- tamu datang ke restoran dan memilih menunya
- tamu bebas memilih menunya sesuai seleranya
- memiliki harga sendiri-sendiri
- alat hidangnya di se tup setelah tamu memesan makanan
- makanan di menu ala'carte bervariasi
- menu ala'carte termasuk menu yang digunakan sehari-hari
- menu ala'carte bisa digunakan saat breakfast,lunch,dan dinner

*menentukan jenis alat makan dan alat hidang
chicken salad ----> - A.M = dessert knife + dessert fork
                               - A.H = dessert plate

balinese vegetable  ----> - A.M = dinner knife + dinner fork
chicken steak                   - A.H = dinner plate
chip potatoes

fresh fruit   -----> - A.M = dessert knife + dessert fork
                              - A.H = dessert plate
_______
Rp. 90.000

ice cream -----> - A.M = ice cream spoon
                           - A.H = chairing glass

fruit cocktail  ----> - A.M = dessert spoon
                               - A.H = glass coxktail

Senin, 13 Mei 2019

SISTEM PERKAWINAN DALAM KITAB MANAWA DHARMASASTRA

1. menguraikan sistem perkawinan dalam manawa dharmasastra !
jawab :

1. Brahma Wiwaha adalah perkawinan yang terjadi karena
   pemberian anak wanita kepada seorang pria yang ahli
   Veda. Kitab Manawa Dharmasastra menjelaskan :
   "Pemberian seorang gadis setelah terlebih dahulu dirias
   dengan pakaian yang mahal dan setelah menghormati
   dengan menghadiahi permata kepada seorang yang ahli
   dalam veda lagi pula budi bahasanya yang baik, yang
   diundang (oleh ayah si wanita) disebut acara brahma
   wiwaha"

2. Daiwa Wiwaha adalah perkawinan yang terjadi karena
    pemberian anak wanita kepada seorang pendeta yang
    melaksanakan upacara atau yang telah berjasa. Kitab
    Manawa Dharmasastra menjelaskan :
    "Pemberian seorang anak wanita yang setelah terlebih
    dahulu dihias dengan perhiasan-perhiasan kepada
    seorang Pendeta yang melaksanakan upacara pada saat
    upacara itu berlangsung disebut acara Daiwa wiwaha"

3. Arsa Wiwaha adalah perkawinan yang dilakukan sesuai
   dengan peraturan setelah pihak wanita menerima seekor
   sapi atau dua pasang lembu dari pihak calon mempelai
   laki-laki, kitab Manawa Dharmasastra menjelaskan :
   Kalau seorang ayah mengawinkan anak perempuannya
   sesuai dengan peraturan setelah menerima seekor sapi
   atau dua pasang lembu dari pengantin pria untuk
   memenuhi peraturan dharma disebut arsa wiwaha.

4. Prajapati Wiwaha adalah perkawinan yang terlaksana
    karena pemberian seorang anak wanita kepada seorang
    pria, setelah berpesan dengan mantra semoga kamu
    berdua melaksanakan kewajibanmu bersama dan
    setelah menunjukkan penghormatan kepada pengantin
    pria.
    Kitab Manawa Dharmasastra menjelaskan :
   "Pemberian seorang anak perempuan oleh ayah si wanita
   setelah berpesan kepada mempelai dengan mantra
   “semoga kamu berdua melaksanakan kewajiban-
   kewajiban bersama-sama” dan setelah menunjukkan
   penghormatan kepada pengantin pria perkawinan ini
   disebut perkawinan Prajapati”

5. Asura Wiwaha adalah bentuk perkawinan yang terjadi di
    mana setelah pengantin pria memberikan mas kawin
    sesuai kemampuan dan didorong oleh keinginannya
    sendiri kepada si wanita dan ayahnya menerima wanita
    itu untuk dimiliki. Kitab Manawa Dharmasastra
    menjelaskan :
    "Kalau pengantin pria menerima seorang perempuan
    setelah pria itu memberi mas kawin sesuai menurut
    kemampuannya dan didorong oleh keinginannya sendiri
    kepada mempelai wanita dan keluarganya. perkawinan
    ini disebut perkawinan Asura"

6. Gandharwa Wiwaha adalah bentuk perkawinan suka
    sama suka antara seorang wanita dengan pria. Kitab
    Manawa Dharmasastra menjelaskan :
    "Pertemuan suka sama suka antara seorang perempuan
    dengan kekasihnya yang timbul dari nafsunya dan
    bertujuan melakukan hubungan kelamin. Perkawinan ini
    disebut perkawinan Gandharwa"

7. Raksasa Wiwaha adalah bentuk perkawinan dengan
    menculik gadis secara kekerasan, Kitab
    Manawadharmasastra menjelaskan :
    "Melarikan seorang gadis dengan paksa dari rumahnya
    di mana wanita berteriak- teriak menangis setelah
    keluarganya terbunuh atau terluka, rumahnya dirusak.
    Perkawinan ini disebut perkawinan Raksasa"

8. Paisaca Wiwaha adalah bentuk perkawinan dengan cara
    mencuri, memaksa, dan membuat bingung atau mabuk,
    Kitab Manawa Dharmasastra menjelaskan :
    "Kalau seorang laki-laki dengan cara mencuri-curi
    memperkosa seorang wanita yang sedang tidur, sedang
    mabuk atau bingung, cara demikian adalah perkawinan
    paisaca yang amat rendah dan penuh dosa"

2. menjelaskan sistem wiwaha di bali !
jawab :

1. Sistem memadik/meminang, yaitu pihak calon suami
   serta keluarganya  datang ke rumah calon istrinya untuk
   meminang. Biasanya kedua calon mempelai sebelumnya
   telah saling mengenal dan ada kesepakatan untuk
   berumah tangga. Dalam masyarakat Bali, sistem ini
   dipandang sebagai cara yang paling terhormat.

2. Sistem ngerorod/ngerangkat, yaitu bentuk perkawinan
    yang berlangsung atas dasar cinta sama cinta antara
    kedua calon mempelai yang sudah dipandang cukup
    umur. Jenis perkawinan ini sering disebut kawin lari.

3. Sistem nyentana/nyeburin, yaitu sistem perkawinan
    yang dilaksanakan berdasarkan perubahan status
    hukum dimana calon mempelai wanita secara adat
    berstatus sebagai purusa dan calon mempelai laki-laki
    berstatus sebagai pradana. Dalam hubungan ini laki-laki
    tinggal di rumah istri

4. Sistem melegandang, yaitu bentuk perkawinan secara
    paksa yang tidak didasari atas cinta sama cinta. Jenis
    perkawinan ini dapat disamakan dengan Raksasa
    Wiwaha dan Paisaca Wiwaha dalam kitab Manawa
    Dharmasastra.

3. menjabarkan tata cara pawiwahan di bali !
jawab :

1. Meminta ijin
    Pada hari ini orang tua calon pengantin pria datang ke  
    rumah calon pengantin wanita bertemu dengan orang
    tuanya untuk bermusyawarah mengenai tujuan dari
    kedua calon pengantin serta meminta persetujuan
    kepada orang tua calon pengantin wanita

2. Menentukan Hari Baik
   Setelah sebelumnya keluarga calon mempelai pria datang  untuk meminang atau dalam bahasa Bali disebut memadik atau ngindih, kedua belah pihak keluarga beranjak untuk memilih waktu yang tepat untuk menikahkan kedua putra putri mereka. Warga Bali yang sangat religius, mempercayai hari baik untuk melaksanakan pernikahan. Dimana hari baik yang telah disepakati tersebut, menjadi hari bagi calon mempelai wanita untuk dijemput dan dibawa ke rumah calon mempelai pria.

3. Ngekeb
Sama halnya dengan ritual siraman pada adat Jawa, dalam adat pernikahan Bali pun mempunyai tradisi demikian. Perbedaannya, sebelum siraman, calon mempelai wanita dilulurkan oleh ramuan yang terbuat dari daun merak, kunyit, bunga kenanga dan beras yang telah ditumbuk halus, serta air merang untuk keramas. Persiapan ini sebagai bentuk menyambut hari pernikahan keesokan harinya. Selain persiapan secara lahiriah, mental atau batin pun perlu persiapan dengan memperbanyak doa kepada Sang Hyang Widhi agar menurunkan kebahagiaan dan anugerah-Nya. Dalam menjalani ritual ngekeb, calon mempelai wanita dilarang untuk keluar dari kamar mulai sore hari hingga keluarga calon mempelai pria datang menjemput.

4. Penjemputan Calon Mempelai Wanita
Sesuai tradisi, perayaan pernikahan tidak diadakan di kediaman pihak wanita seperti kebanyakan daerah, tetapi dilaksanakan di kediaman pihak laki-laki. Itu sebabnya mengapa calon mempelai wanita dijemput. Namun, sebelum dijemput untuk dibawa, calon mempelai wanita telah diselimuti kain kuning tipis mulai dari ujung rambut hingga kaki. Kain kuning yang membungkus calon mempelai wanita diibaratkan bahwa mempelai wanita telah siap mengubur masa lalunya sebagai lajang untuk menyongsong kehidupan baru, kehidupan berumah tangga.

5. Mungkah Lawang (Buka Pintu)
Sedikit mirip dengan upacara buka pintu dalam adat Sunda, perbedaannya terletak pada orang yang mengetuk pintu. Jika dalam tradisi Sunda orang yang mengetuk pintu calon mempelai prianya, tetapi dalam adat Bali ada seorang utusan yang disebut mungkah lawang yang bertugas mengetuk pintu kamar calon mempelai wanita sebanyak tiga kali. Kedatangan mempelai pria juga dipertegas dengan tembang yang dinyanyikan utusan mempelai pria (malat). Syair yang ditembangkan berisikan tentang kehadiran mempelai pria untuk menjemput mempelai wanita. Kemudian tembang balasan yang dilantunkan malat dari pihak wanita terdengar yang mengatakan bahwa mempelai wanita telah siap untuk dijemput.
Mendapat lampu hijau, calon mempelai pria pun membuka pintu setelah diizinkan dan dipersilakan oleh keluarga pihak wanita. Calon mempelai wanita digendong menuju tandu untuk segera dibawa ke kediaman keluarga pria tanpa didampingi kedua orang tua mempelai wanita, tetapi seorang utusan ditunjuk untuk menyaksikan upacara pernikahan.

6. Mesegehagung
Ritual mesegehagung merupakan upacara khusus menyambut mempelai wanita. Setibanya di kediaman mempelai pria, kedua mempelai diturunkan dari tandu untuk bersiap menghadapi prosesi mesegehagung. Sekali lagi, kedua mempelai ditandu menuju kamar pengantin. Kain kuning yang masih menyelimuti tubuh mempelai wanita akan dibuka oleh ibu calon mempelai pria dan ditukar dengan uang kepeng satakan (kepeng sebutan untuk mata uang pada masa lampau) senilai dua ratus kepeng.

7. Mekala-Kalaan (Madengen-Dengen)
Dengan dipandu oleh pendeta Hindu, prosesi mekala-kala dimulai tepat saat bunyi genta bergema. Pelaksanaan mekala-kala harus sesuai dengan tahapan-tahapan berikut ini.
- Menyentuhkan Kaki pada Kala Sepetan
Upacara mekala-kala bertujuan untuk menyucikan dan membersihkan diri kedua mempelai. Mempelai pria memikul tegen-tegenan sementara mempelai wanita membawa bakul perdagangan, lalu keduanya berputar sebanyak tiga kali mengelilingi sanggar pesaksi, kemulan, dan penegteg. Keduanya diwajibkan menyentuhkan kaki pada kala sepetan.
- Jual Beli
Bakul yang dibawa oleh calon mempelai wanita tersebut kemudian akan dibeli oleh calon mempelai pria. Kegiatan tersebut merupakan analogi dari kehidupan berumah tangga yang harus saling melengkapi, memberi dan mengisi, hingga meraih tujuan yang diinginkan.
- Menusuk Tikeh Dadakan
Calon mempelai wanita telah bersiap memegang anyaman tikar yang terbuat dari daun pandan muda (tikeh dadakan). Sedangkan calon mempelai pria memegang keris, siap menghunuskan tikeh dadakan dengan kerisnya. Menurut kepercayaan umat Hindu, tikeh dadakan yang dipegang calon mempelai wanita menyimbolkan kekuatan Sang Hyang Prakerti (kekuatan yoni), dan keris milik calon mempelai pria perlambangan dari kekuatan Sang Hyang Purusa (kekuatan lingga).
- Memutuskan Benang
Sebelum memutuskan benang, kedua mempelai bersama-sama menanam kunyit, talas dan andong tepat di belakang merajan atau sanggah (tempat sembahyang keluarga), sebagai wujud melanggengkan keturunan keluarga. Baru setelah itu, memutuskan benang yang terentang pada cabang dadap (papegatan) yang menganalogikan bahwa kedua mempelai siap menanggalkan masa remaja untuk memulai hidup berkeluarga.